Proses Penyaluran Bantuan Pasca Covid-19 Masuk di Indonesia

Berbagai macam bantuan pasca covid-19 masuk ke Indonesian, hingga bulan Juli 2021. Bantuan dapat dilihat sudah disalurkan menjadi berbagai bentuk kebijakan. Adapaun paket kebijakan dalam mengatasi masalah sosial-ekonomi di masyaraka, pemerintah memberikan bantuan yang meliputi: penyaluran sembako, potongan pembayaran listrik, pemberian uang cash dan keringanan kredit pada masyarakat. Berbagai penyaluran bantuan ini diharapkan menjadi angin segar agar masyarakat tetap dapat mencukupi kehidupannya. Disisi yang lain, angka kasus yang kian hari semakin meningkat nampaknya belum menunjukkan titik terang. Melihat fenomena ini tentunya, masyarakat harus optimis karena angka harapan sembuh lebih besar daripada angka kematian positif covid. Upaya pemerintah bersama-sama masyarakat adalah tetap fokus mengatasi perserbaran virus dengan sebaik-baiknya. Kehadiran masyarakat tetap dibutuhkan, terutama dalam menaati peraturan dengan tetap menerapkan 5M untuk membantu pemerintah menangani wabah.

Paket kebijakan sosial-ekonomi di masyarakat tidak melulu menunjukkan keberhasilan. Baik dari sisi manajerial dan teknis penyaluran. Masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang efektifitas, mekanisme dan lain sebagainya pada proses penyaluran bantuan yang sejauh ini sudah dilakukan. Pada sisi lain, banyak masyarakat yang masih kebingungan terhadap paket kebijakan yang diberikan misalnya tentang keringanan kredit yang bagaimanakah yang seharusnya. Ketidak jelasan ini menimbulkan frustasi bagi kalangan tedampak yang sudah berharap baik akan tetapi tidak memperolehnya. Padahal di media disampaikan oleh pemerintah karena masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang kejelasan maksud dan tujuan yang disampaikan Ada pihak yang sudah berharap persoalan ekonomi dibantu pemerntah, tetapi hasilnya zonk.

Mekanisme Penyaluran Bantuan Pasca Covid-19 Hadir di Tengah Masyarakat

Proses Penyaluran Bantuan Pasca Covid-19 Masuk di Indonesia
  • Pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST)

Pada massa perkembangan pandemi covid-19 yang sudah hampir sstu tahun di Indonesia, ada penyaluran bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian bantuan sosial tunai (BST). Besarannya ada dua jenis, pertama sebesar Rp. 600.000 pada bulan Januari-Februari 2021 diberikan selama tiga bulan dilanjutkan uang sejumlah Rp. 300 ribu periode Maret-April 2021. Penerima bantuan ini tidak termasuk mereka yang sudah masuk dalam program keluarga harapan (PKH) dan penerima bantuan langsung non tunai (BPNT). Adapun mekanisme penyaluran bantuan bisa dicairkan di kantor pos terdekat.

  • Potongan Pembayaran Listrik

Pada masa pandemi covid-19, pemerintah menyalurkan bantuan pasca covid-19 masih belum hilang di peredaran berupa potongan pembayaran listrik mulai dari 100% hingga 50%. Pemberian bantuan listrik gratis diberikan pada masyarakat yang berlangganan listrik 450 Va (gratis) dan 900 VA mendapat potongan hingga 50%. Pemberian potongan ini berlaku mulai bulan Januari hingga Juni 2021, yang bisa dicek di www.pln.co.id dengan menggunakan ponsel pintar. Potongan pembaran ini diharapkan memberikan stimulus keringanan kebutuhan rumah tangga pada masyarakat yang terdampak. Bagi pelanggan yang menggunakan token listrik dapat melakukan akses via nomor WA 08122123123 atau bisa menggunakan PLN mobile.

  • Kebijakan Bantuan Kreditur

Khususnya bagi pelaku usaha atau pebisnis yang memiliki tanggungan kredit akan memiliki keringanan pembayaran kredit jika memiliki hutang, khususnya di bank pemerintah. Hal ini disampaikan oleh presiden Jokowi di masa pandemic covid-19. Hal ini akan banyak membantu dan diharapkan meringankan beban bagi para pelaku usaha.

Ada banyak jenis bantuan yang lain dari beberapa kementrian yang mungkin tidak banyak diketahui masyarakat. Ada bantuan bagi pelaku UMKM sebesar 2,4 juta yang bisa diakses secara online. Tidak hanya itu, ada bantuan kartu pra kerja yang terbuka untuk umum bisa diakses oleh siapa saja secara online. Hal ini merupakan paket kebijakan dalam memberikan bantuan pasca covid-19 hadir ditengah-tengah masyarakat di Indonesia. Bantuan ini sebagaimana harus tepat sasaran dan memberikan nilai manfaat bagi yang benar-benar membutuhkan.