Beginilah Kabar Pemerintahan Terkini dalam Menangani Pandemi Covid-19

Berbagai media online banyak memberikan informasi tentang kabar pemerintahan terkini dalam melakukan penanganan terhadap lonjakan kasus positif covid-19. Terjadinya kasus harian mengalami lonjakan hingga 40.427 orang pada Juni 2021. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis oksigen di beberapa rumah sakit. Kebijakan pemerintah untuk mengambil langkah cepat ini bertujuan agar penambahan kasus bisa dikendalikan. Dampak dari lonjakan ini juga menyebabkan kurangnya ketersediaan tempat isolasi dan tenaga medis di rumah sakit. Ditambah dengan jumlah kematian harian yang semakin meningkat tajam. Presiden Jokowi memberikan arahan langsung kepada satgas covid-19 nasional untuk melakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan ini berlaku untuk diterapkan oleh seluruh masyarakat mulai tanggal 3 sampai 20 Juli 2021, yang meliputi wilayah Jawa dan Bali.

Pemberlakukan PPKM darurat diharapkan memberikan dampak baik terhadap perkembangan kasus positif covid-19. Akan tetapi, dapat dilihat sudah sejak sepekan ini kebijakan PPKM darurat belum mencapai hasil yang maksimal. Ditandai dengan angka kasus penularan yang sangat tinggi dan masih terjadi setiap harinya. Dari 38,3 persen di awal kebijakan ini diterapkan, hinggga kini makin meningkat menjadi 45,5 persen pada 8 Juli 2021. Data ini menunjukkan tentang kekurang efektifan penerapan PPKM darurat, khususnya untuk menekan lonjakan penularan virus sampai akhir bulan Juli 2021 mendatang. Penerapan PPKM darurat harus diimbangi dengan melakukan pembatasan kegiatan sosial, pendisiplinan 5M dan memaksimalkan pemberian vaksin. Dalam konteks ini, apabila semua langkah ini ditempuh dengan baik, maka akan dicapai hasil maksimal dalam penanganan kenaikan angka positif covid-19.

Update Kabar Pemerintahan Terkini tentang Kendala Penerapan PPKM

Beginilah Kabar Pemerintahan Terkini dalam Menangani Pandemi Covid-19
  • Kesadaran Bersama Belum Menjadi Tradisi di Masyarakat

Kesadaran dalam mengatasi pandemi covid-19 belum menjadi kebiasaan kolektif di masyarakat. Kebijakan apapun yang dinilai bagus akan kurang efektif, karena manusianya belum bisa diajak bekerjasama. SDM masyarakat belum mencapai pemahaman yang menyeluruh akan bahaya virus korona. Maka yang terjadi adalah tidak diperhatikannya aturan PPKM darurat untuk diterapkan. Masih banyak yang tidak menaati khususnya menerapkan 5M saat bersosialisasi dengan masyarakat luas.

  • Kurangnya Pengetahuan Masyarakat tentang Pembagian Zona

Kabar pemerintahan terkiniĀ  dalam urusan pembagian zona menjadi penting dipahami oleh masyarakat., khususnya saat masuk dalam zona merah pada sebuah. Zona merah ditandai dengan peningkatan jumlah kasus yang tinggi. Kondisi ini seyogyanya perlu diterapkan prokes yang sangat ketat, menutup pra sarana umum seperti sekolah, tempat bisnis, sekolah. Meniadakan kegiatan sosial yang menimbulkan kerumunan dan selalu menerapkan jaga jarak 1-2 meter. Terkait dengan pembagian zona, kiranya tidak ada aturan yang jelas. Masyarakat administrasi kurang memahami arah kebijakan pembagian zona. Maka saat PPKM diterapkan, kebijakan ini tidak begitu berjalan dimasyarakat bawah.

  • Data yang Kredibel dan Informatif Kurang Mudah Diakses

Keterbatasan informasi dan data yang pasti tentang perkembangan kasus positif covid di segala tingkatan sangat sulit diperoleh. Misalnya data yang sampai pada level administrasi RT. Hal ini menyebabkab masyarakat kesulitan untuk melakukan mapping (pemetaan) zona, sehingga minim antisipasi.

Berbagai problematika muncul akibat perkembangan covid-19 yang tidak terkendali. Mulai dari persoalan psikologis seperti ketakutan, perasaan was-was dan kepanikan masyarakat. Hal ini mengakibatkan kondisi menjadi drop dan tidak berdaya. Persoalan pandemi ini sebetulnya pikiran manusia harus selalu di setting positif. Memenuhi makan makanan yang bergizi. Disisi lain harus menerapkan pola hidup cerdas. Salah satu cara cerdas dalam menanggulangi covid-19 adalah selalu update informasi kabar pemerintahan terkini yang bermanfaat.